<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BRTOalit</title>
	<atom:link href="http://blog.brtoalit.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.brtoalit.com</link>
	<description>Bukan Catatan Semata</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Nov 2010 15:47:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Melihat Lebih Jauh Foto Korpus Merapi</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2010/11/melihat-lebih-jauh-foto-korpus-merapi/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2010/11/melihat-lebih-jauh-foto-korpus-merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 12:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://blog.brtoalit.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Sejenak saya agak terusik dengan beberapa posting di facebook mengenai perdebatan foto lelehan  lahar gunung merapi yang menyerupai korpus (salib Yesus). Beberapa hari yang lalu saat melihat foto ini diposting di facebook, saya spontan kagum saja dengan keindahan foto ini dan menekan tombol &#8216;share&#8217; untuk turut menikmati foto ini di wall saya. &#62;&#62; ini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejenak saya agak terusik dengan beberapa posting di facebook mengenai perdebatan foto lelehan  lahar gunung merapi yang menyerupai korpus (salib Yesus). Beberapa hari yang lalu saat melihat foto ini diposting di facebook, saya spontan kagum saja dengan keindahan foto ini dan menekan tombol &#8216;share&#8217; untuk turut menikmati foto ini di wall saya.<br />
<a href="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/40161_1482186462545_1470341428_31112698_5197964_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-133" title="40161_1482186462545_1470341428_31112698_5197964_n" src="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/40161_1482186462545_1470341428_31112698_5197964_n.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>&gt;&gt; ini adalah foto yang diperdebatkan!</p>
<p>Setelah foto itu terpampang di wall Facebook saya, selang tak lama kemudian, Mas Wawan, seorang wartawan KOMPAS di surabaya yang kebetulan kawan bermain beberapa tahun lalu mulai  mengomentari mengenai foto tersebut yang dianggap palsu karena merupakan hasil retouch digital. Karena dibahas oleh forum-forum jurnalis Katolik. Saya sendiri mencoba menimpali kalau foto semacam itu mungkin saja muncul, tanpa menghubung-hubungkan dengan retouch atau tidak. Karena saya melihat sendiri beberapa koleksi foto di sumber yang lain ada yang serupa dengan foto itu.</p>
<p>Sore ini, baru saja saya di &#8216;tag&#8217; oleh teman Facebook &#8220;Servus Santus mengenai foto yang sama. Account ini menginformasikan pada titlenya dengan jelas :</p>
<p><a title="Link Facebook dari SERVUS SANCTUS" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31112698&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=646262310&amp;id=1470341428&amp;ref=notif&amp;notif_t=photo_tag" target="_blank">HATI-HATI PENIPUAN GAMBAR CORPUS DI GUNUNG MERAPI, SEBAB PHOTO INI DI MODIFIED PADA TGL 01 Januari 2008, PUKUL 7:00:00 AM (DATA DIGITAL YANG TERDAPAT DALAM DATA PHOTO)</a></p>
<p>Saya mencoba untuk tidak responsif dengan pernyataan-pernyataan macam ini. Sejenak saya berusaha merenung dan melihat koleksi foto Merapiyang pernah saya kumpulkan. Untuk menjernihkan pikiran saya, perlahan-lahan saya mencoba menganalisa dengan keterbatasan pengetahuan saya yang baru menggeluti fotografi digital professional baru 6 tahun yang lalu.</p>
<p>LANGKAH I</p>
<p>Langkah awal yang saya lakukan adalah membandingkan secara visual. Memang untuk letusan tahun 2010 ini saya hampir sama sekali tidak merekam kejadian letusan Merapi. Entah karena alasan apa, saya memang tidak begitu &#8220;bernafsu&#8221; untuk berburu gambar. Mungkin karena sekarang  istriku yang sedang sering kelelahan di masa kehamilannya sehingga tidak tega meninggalkan; atau karena lebih merasa tidak tega memotret kesedihan para korban. Tapi beda ceritanya dengan  letusan merapi tahun 2001 dan 2006 saya punya beberapa foto dari berbagai lokasi. Selain itu saya coba lihat link foto di kaskus yang saya temukan dari postingan Facebook seorang teman (saya lupa dari account siapa).</p>
<p>Kesimpulan awal yang saya temukan :<br />
1. Letusan Merapi pada tahun 2001 dan 2006 hasil koleksi saya tidak ada yang menunjukkan foto semacam ini.<br />
2. Foto-foto yang saya temukan di Kaskus ternyata ada beberapa yang menyerupai dan memungkinkan terbentuknya pola lahar seperti ini. Kata &#8216;memungkinkan&#8217; saya simpulkan karena logika kasar dalam pikiran  saya melihat ada tekstur tanah yang   akan membentuk pola macam itu jika dialiri lahar.</p>
<p>(berikut ini foto-foto yang saya copy dari <a title="160 foto merapi di kaskus" href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5814217" target="_blank">kaskus</a>)</p>
<p><a href="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/r3592535484.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-134" title="r3592535484" src="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/r3592535484-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/capt.1d685cf1a94149d9807d904f7b1f42b6-1d685cf1a94149d9807d904f7b1f42b6-0.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-135" title="Indonesia Disasters" src="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/capt.1d685cf1a94149d9807d904f7b1f42b6-1d685cf1a94149d9807d904f7b1f42b6-0-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/capt.d71497021f1c4c5cb459b5a03aa08068-d71497021f1c4c5cb459b5a03aa08068-0.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-136" title="Indonesia Disasters" src="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/capt.d71497021f1c4c5cb459b5a03aa08068-d71497021f1c4c5cb459b5a03aa08068-0-231x300.jpg" alt="" width="231" height="300" /></a></p>
<p>LANGKAH II</p>
<p>Selain secara visual saya coba analisa kata-kata dari SERVUS SANCTUS yang mengatakan :</p>
<p>SEBAB PHOTO INI DI MODIFIED PADA TGL 01 Januari 2008, PUKUL 7:00:00 AM (DATA DIGITAL YANG TERDAPAT DALAM DATA PHOTO)</p>
<p>Saya curiga SERVUS SANCTUS melihat &#8220;FILE Information&#8221; bukan &#8220;PICTURE/IMAGE Information&#8221; begitu membaca tulisan itu. Dalam dunia fotografi, setiap foto akan meninggalkan jejak informasi yang direkam dalam EXIF (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Exchangeable_image_file_format">Exchangeable image file format</a>) Information. Record &#8220;File Modified&#8221; bisa berubah karena perubahan nama file, tanggal download, resize image atau perubahan minor lainnya. Jadi record tgl 1 januari 2008 bisa terjadi saat terjadi perubahan minor pada image, dan komputer yang digunakan tanggalnya tidak ter-set dengan baik. Sehingga yang dilihat 1 januari 2008 bisa jadi adalah bukan &#8220;IMAGE MODIFIED&#8221; tetapi FILE MODIFIED.</p>
<p>Pertimbangan yang lain adalah, informasi yang dilihat dalam EXIF reader yang baik adalah PICTURE TAKEN &amp; IMAGE TAKEN. informasi ini tidak akan berubah walaupun file dimodifikasi sedemikian rupa, kecuali memang sengaja diubah dengan menggunakan software EXIF Editor. Saat saya menggunakan software khusus EXIF Reader &amp; OPANDA, foto berukuran Square / Kotak ini sudah kehilangan record EXIF. EXIF Reader dan OPANDA adalah software khusus untuk melihat data EXIF Information dalam foto.</p>
<p>Saya belum menyerah.</p>
<p>Saya mencoba mencari data EXIF dari gambar pembanding.</p>
<p>Saya memilih gambar ini, karena nampaknya ada kemiripan cukup banyak dengan gambar yang diperdebatkan. Menurut logika saya, perbedaan hanya pada angle/ sudut pandang pengambilan foto yang berada jauh beberapa kilometer di sebelah kanan dari foto yang diperdebatkan / beberapa derajat dari fokus object.</p>
<p>Dan inilah gambar pembanding yang saya download dari KASKUS.US</p>
<p><a href="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/binsar-bakkara.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-137" title="Indonesia Disasters" src="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/binsar-bakkara.jpg" alt="" width="409" height="274" /></a></p>
<p>Data yang saya temukan dari image ini  lewat software OPANDA adalah sebagai berikut :</p>
<div>============================<br />
Record Version =</div>
<div id="_mcePaste">Object Name = Indonesia Disasters</div>
<div id="_mcePaste">Urgency = 5</div>
<div id="_mcePaste">Category = I</div>
<div id="_mcePaste">Special Instructions = TUESDAY, NOV. 2, 2010 PHOTO</div>
<div id="_mcePaste">Date Created = 2010-11-02</div>
<div id="_mcePaste">Time Created = 22:38:30 (0+0000)</div>
<div id="_mcePaste">By-line = Binsar Bakkara</div>
<div id="_mcePaste">By-line Title = STR</div>
<div id="_mcePaste">City = Deles</div>
<div id="_mcePaste">Country Name = IDN</div>
<div id="_mcePaste">Original Transmission Reference = JAK102</div>
<div id="_mcePaste">Credit = AP</div>
<div id="_mcePaste">Source = AP</div>
<div id="_mcePaste">Caption = In this photo taken late Tuesday, Nov. 2, 2010, lava glows at the crater of Mount Merapi as seen from Deles, Central Java, Indonesia. Indonesia&#8217;s most dangerous volcano is once again sending searing gas clouds and burning rocks down its scorched flanks. (AP Photo/Binsar Bakkara)</div>
<div id="_mcePaste">Writer = DA CD**TOK**</div>
<div>================================</div>
<div>Dari EXIF data diatas dapat dibaca bahwa sang Fotografer adalah BINSAR BAKKARA. Saya coba track melalui google, beliau adalah fotografer jurnalistik professional. Silahkan lihat profilnya <a title="Profil Binsar Bakkara" href="http://www.lightstalkers.org/binsarbakkara" target="_blank">disini </a>atau koleksi foto flicker <a title="Koleksi FOto Binsar Bakkara" href="http://www.flickr.com/photos/binsarbakkara/" target="_blank">disini.</a></div>
<div>Foto tersebut dibuat dari Deles, Klaten tgl 2 November 2010 jam 22&#8243;38&#8243;30.</div>
<div>Dari foto pembanding ini saya menemukan bermacam kesamaan secara visual, walau dari sudut pandang yang agak berbeda. Atau mungkin bahkan foto asli dari gambar yang diperdebatkan  itu merupakan koleksi lain dari fotografer yang sama.</div>
<div>Berikut ini perbandingan secara visual :</div>
<div><a href="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/perbandingan-foto-korpus-merapi1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-145" title="perbandingan foto korpus merapi" src="http://blog.brtoalit.com/wp-content/uploads/2010/11/perbandingan-foto-korpus-merapi1.jpg" alt="" width="595" height="236" /></a></div>
<div>1. Gambar di daerah nomor (1) merupakan refleksi cahaya magma yang terpantulkan oleh abu vulkanik/ awan yang mengambang diatas gunung</div>
<div>2. Gambar di daerah nomor (2) merupakan kubah lava yang masih menggembung dan menyala kuat.</div>
<div>3. Gambar di daerah nomor (3) adalah refleksi cahaya magma yang terpantul dari dinding puncak merapi</div>
<div>4. Gambar di daerah nomor (4) adalah tonjolan daratan/ gundukan pasir di sebelah kanan guguran lava pijar.</div>
<div>5 Gambar di daerah nomor (5) adalah belokan lava pijar.</div>
<div>Kelima persamaan itulah yang membuat saya  lebih memilih bahwa gambar itu CENDERUNG ASLI daripada pilihan  HASIL REKAYASA DIGITAL.</div>
<div>Saya tidak mempersoalkan gambar itu dengan pengkaitan soal agama atau sejenisnya. tapi mencoba mengagumi sebuah citra yang indah dibalik kengerian yang dibawanya.</div>
<div>Beberapa hari yang lalu saya posting gambar ini pula karena bentuknya yang indah, tanpa memikirkan tentang bentuk korpusnya, tapimelihat keindahan visual yang mampu ditangkap oleh sang fotografer.</div>
<div>Terimakasih mas BINSAR BAKKARA atas image yang indah.</div>
<div>Namun begitu pendapat apapun terserah dengan ANDA. Saya hanya mencoba untuk mencari fakta melalui sudut pandang dan keterbatasan ilmu pengetahuan saya.</div>
<div>Wassalam.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2010/11/melihat-lebih-jauh-foto-korpus-merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5th</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2010/11/5th/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2010/11/5th/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 15:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://blog.brtoalit.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Ini penampakan Istriku tercinta saat mengandung 5 bulan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini penampakan Istriku tercinta saat mengandung 5 bulan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2010/11/5th/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Bencana dan Keindahan</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2010/11/antara-bencana-dan-keindahan/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2010/11/antara-bencana-dan-keindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 08:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://blog.brtoalit.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Memperhatikan gambar yang saya temukan di kaskus, muncul perasaan spontan antara keindahan diantara bencana yang terjadi. Yah setidaknya ini bisa menjadi obat kegetiran dan ketakutan selama beberapa hari aktivitas merapi yang lumayan bikin geger ratusan ribu warga sekitaran merapi, bahkan jutaan orang yang menonton. Bencana ini memang menakutkan, tapi semoga nantinya juga akan membawa keindahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memperhatikan gambar yang saya temukan di kaskus, muncul perasaan spontan antara keindahan diantara bencana yang terjadi. Yah setidaknya ini bisa menjadi obat kegetiran dan ketakutan selama beberapa hari aktivitas merapi yang lumayan bikin geger ratusan ribu warga sekitaran merapi, bahkan jutaan orang yang menonton.</p>
<p>Bencana ini memang menakutkan, tapi semoga nantinya juga akan membawa keindahan dan harmonisasi alam yang baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2010/11/antara-bencana-dan-keindahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majority vs Minority</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/10/majority-vs-minority-2/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/10/majority-vs-minority-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 07:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Membangun mentalitas dalam diri seseorang senantiasa dihadapkan pada masalah lingkungan yang membentuknya. Pada berbagai macam kasus, bahkan seseorang yang sudah memiliki kepribadian yang kuat dapat berubah menjadi rusak oleh karena pengaruh kuat dari lingkungan sekitarnya. Fenomena ini ternyata tidak lepas dari proses perkembangan orang muda kita yang  seringkali sangat bergantung pada perubahan sosial di sekitarnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membangun mentalitas dalam diri seseorang senantiasa dihadapkan pada masalah lingkungan yang membentuknya. Pada berbagai macam kasus, bahkan seseorang yang sudah memiliki kepribadian yang kuat dapat berubah menjadi rusak oleh karena pengaruh kuat dari lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Fenomena ini ternyata tidak lepas dari proses perkembangan orang muda kita yang  seringkali sangat bergantung pada perubahan sosial di sekitarnya. Satu kasus menarik yang saya alami adalah ketika saya mendampingi beberapa anak dari sebuah SMA swasta di Kutoarjo untuk Retret bersama selama 3 hari. Sekolah ini merupakan sekolah katolik; namun dari 47 anak yang didampingi hanya sekitar 15 orang yang Katolik dan lainnya sebagian dari Protestan dan Muslim. Ada sekitar 10 dari mereka muslim. Yang menarik dari pengalaman ini adalah ketika saya menemui lebih banyak teman-teman muslim yang lebih aktif dan respect dengan alur retret yang dibangun; dan ini adalah refleksi besar bagi saya.</p>
<p>Semenjak beberapa tahun terakhir saya ikut mendampingi retret teman2 muda, istilah retret lebih populer di pakai untuk pendampingan rohani di kalangan kristiani; sedangkan untuk muslim sering di sebut sebagai &#8220;mungkin semacam&#8221; pesantren kilat.</p>
<p>Pendampingan ini bagi sebagian sekolah memang menjadi kegiatan wajib bagi sekolah. Namun begitu, disatu sisi memang ditujukan sebagai salah satu bentuk pengembangankepribadian siswa.</p>
<p>Fenomena atas menonjolnya siswa-siswi muslim pada kegiatan retret yang notabene sangat kental dengan nuansa pendampingan bercirikan kristen-katolik menjadi sangat menarik untuk direfleksikan. Hal ini juga saya alami saat dulu kuliah di universitas yang notabene dominan oleh teman-teman muslim dan saya menjadi sekitar 5% dari mereka. Beberapa teman2 yang dominan berprestasi juga teman-teman katolik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/10/majority-vs-minority-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bapak lagi &#8220;sakit&#8221;</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/02/bapak-lagi-sakit/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/02/bapak-lagi-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 07:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[ehmm&#8230;. iya&#8230;&#8230;,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ehmm&#8230;.</p>
<p>iya&#8230;&#8230;,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/02/bapak-lagi-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>malam 1 Suro dan 11 Januari malam</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/01/malam-1-suro-dan-11-januari-malam/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/01/malam-1-suro-dan-11-januari-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 06:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun ini saat datang malam tahun baru jawa 1 Suro biasanya selalu ada hal menarik yang bisa kujadikan bahan wacana. ya&#8230; setidaknya pada saat malam 1 suro tersebut akan ada arak-arakan kirab budaya dan doa bersama yang biasa dilakukan oleh paguyuban Tritunggal. Disamping ada budaya Muter Beteng, Tapa mBisu saya memang lebih senang melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun ini saat datang malam tahun baru jawa 1 Suro biasanya selalu ada hal menarik yang bisa kujadikan bahan wacana. ya&#8230; setidaknya pada saat malam 1 suro tersebut akan ada arak-arakan kirab budaya dan doa bersama yang biasa dilakukan oleh paguyuban Tritunggal. Disamping ada budaya Muter Beteng, Tapa mBisu saya memang lebih senang melihat kirab budaya ini. cukup menarik dan atraktif. Berbagai macam kebudayaan di Indonesia mulai ditampilkan melalui representasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/01/malam-1-suro-dan-11-januari-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>malam 1 Suro dan 11 Januari malam</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/01/malam-1-suro-dan-11-januari-malam-3/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/01/malam-1-suro-dan-11-januari-malam-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 07:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun ini saat datang malam tahun baru jawa 1 Suro biasanya selalu ada hal menarik yang bisa kujadikan bahan wacana. ya&#8230; setidaknya pada saat malam 1 suro tersebut akan ada arak-arakan kirab budaya dan doa bersama yang biasa dilakukan oleh paguyuban Tritunggal. Disamping ada budaya Muter Beteng, Tapa mBisu saya memang lebih senang melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun ini saat datang malam tahun baru jawa 1 Suro biasanya selalu ada hal menarik yang bisa kujadikan bahan wacana. ya&#8230; setidaknya pada saat malam 1 suro tersebut akan ada arak-arakan kirab budaya dan doa bersama yang biasa dilakukan oleh paguyuban Tritunggal. Disamping ada budaya Muter Beteng, Tapa mBisu saya memang lebih senang melihat kirab budaya ini. cukup menarik dan atraktif. Berbagai macam kebudayaan di Indonesia mulai ditampilkan melalui representasi  busana dan orang-orang dari daerah setempat. Rangkaian kirab inipun biasanya akan diakhiri dengan acara doa bersama dan santap bersama tanda pengharapan baru di tahun yang akan ditempuh. Keragaman ini seolah-olah menjadikan kenyataan konflik dan kekacauan yang sering terjadi di negara ini menjadi lebur oleh pengharapan baru. Dan memang, untuk beberapa hal&#8230; Kota Yogyakarta masih mampu untuk meredam saat terjadi konflik budaya / ras sehingga masyarakat masih bisa lebih tenang dibanding tempat lain.</p>
<p>Lain dari biasanya&#8230;.<br />
saya juga tidak begitu tahu jelas, mengapa malam 1 Suro kali ini ditempa dengan hujan deras, sehingga saya tidak punya keinginan untuk terlibat menikmati dan mengabadikan proses yang cukup unik tersebut. Entah karena jopa&#8217;japu-nya kurang  OK atau bagaimana, yang jelas biasanya untuk urusan event macam ini biasanya cuaca cerah merekah.</p>
<p>Akhirnya..<br />
malam tahun baru itupun tidak begitu membangun kesan. dan shutter speed D50ku pun tak jadi meluncurkan citra-citra positif.</p>
<p>Lain dari hari itu, selang 2 hari setelahnya ternyata hingar bingar yang semula tidak aku rencanakan untuk kuikuti terjadi. Berawal dari agenda yang berubah karena sebelumnya ada retret di wisma salam dan kemudian &#8216;sang kekasih&#8217; merengek ditemani nonton pertunjukkan akhirnya akupun menikmati hingar bingar yang telah lama tidak aku nikmati.</p>
<p>Singkat kata, aku nonton konser 11 januari-nya GIGI yang sekaligus menjadi event ulangtahunnya INDOSIAR.</p>
<p>Tidak ada yang istimewa dari konser itu selain padat, penuh, panas, pusing dan sekedar menemani &#8216;sang kekasih&#8217; .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/01/malam-1-suro-dan-11-januari-malam-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kom. Massa (III) Ciri Komunikasi Massa</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/01/kom-massa-iii-ciri-komunikasi-massa/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/01/kom-massa-iii-ciri-komunikasi-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 07:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[CIRI KOMUNIKASI MASSA FORMAL 1. Komunikator Melembaga 2. Pesan Terorganisir 3. Program kontinyu 4. Periodik 5. Universal 6. Komersial 7. Satus Hukum Syah 8. Aktualitas Pesan Tinggi 9. Secara Simultan/ Publikatif 10. Profesional 11. Komunikasi Heterogen Komunikasi massa formal &#38; non formal Komunikasi non formal tidak memenuhi ke 11 syarat diatas; Contoh media komunikasi non [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIRI KOMUNIKASI MASSA FORMAL</strong><br />
1.	Komunikator Melembaga<br />
2.	Pesan Terorganisir<br />
3.	Program kontinyu<br />
4.	Periodik<br />
5.	Universal<br />
6.	Komersial<br />
7.	Satus Hukum Syah<br />
8.	Aktualitas Pesan Tinggi<br />
9.	Secara Simultan/ Publikatif<br />
10.	Profesional<br />
11.	Komunikasi Heterogen</p>
<p>Komunikasi massa formal &amp; non formal Komunikasi non formal tidak memenuhi ke 11 syarat diatas;  Contoh media komunikasi non formal :<br />
-	Radio gelap/ frekuensi tak terdaftar</p>
<p><strong>1.	Komunikator Melembaga<br />
</strong>Sebuah institusi komunikasi massa formal harus memiliki lembaga yang jelas dan baku sehingga dikenal oleh masyarakat. Memiliki struktur dan system kerja yang terorganisir</p>
<p><strong>2.	Pesan Terorganisir </strong><br />
Rancangan program harus sudah disusun sedemikian secara baku sebagai acuan kerja. Rancangan program dapat memiliki rentang waktu bulanan, 3 bulanan, atau 6 bulanan. Semakin modern institusi media televisi, maka rancangan program makin pendek. Untuk membuat sebuah program maka harus dipertimbangkan berbagai aspek social, budaya, pendidikan, politik, dsb. Program panjang tidak terlalu membebani kerja, karena durasinya panjang; tapi cenderung menjemukan. Dalam konteks insitusi komersial akan merugi karena ratingnya turun. Program pendek lebih menuntut kerja keras karena harus direvisi tiap durasi yang tidak terllau lama, tapi dengan durasi pendek ini akan membuat program menjadi lebih variatif.  Rata-rata program siaran berdurasi sekitar 3 bulan. TV public tidak dibatasi untuk tidak menampilkan iklan/ tayangan komersial; namun tv public di Indonesia (TVRI) tidak memiliki akses yang baik dalam pengembangan program televisinya.</p>
<p><strong>3.	Program Kontinyu </strong><br />
Program yang ditayangkan harus miliki kesinambungan/ kontinyuitas dari masa ke masa. Media tidak dapat semuanya sendiri menayangkan sebuah program karena akan mempengaruhi kredibilitas suatu institusi komunikasi massa. Surat kabar harian harus terbit tiap hari, tabloid mingguan juga harus terbit tiap minggu, tidak bias semaunya sendiri menentukan tanggal terbit karena akan mempengaruhi kredibilitas media tersebut.</p>
<p><strong>4.	Periodik </strong><br />
Pesan-pesan disampaikan dengan periode waktu tertentu secara teratur. (harian, mingguan, 2 mingguan, tiap senin-kamis, dll)</p>
<p><strong>5.	Universal </strong><br />
Media massa formal bersifat universal, tidak memihak pada salah satu pihak manapun. Harus diliput dari 2 sisi untuk menjaga fairness. &gt;&gt; cover both side system.  Informasi yang disampaikan tidak partisan/ memihak kalangan masyarakat tertentu.</p>
<p><strong>6.	Komersial</strong><br />
Media massa formal ditujukan untuk keuntungan/ profit taking. Untuk mnencapai ini maka institusi media akan mengejar program yang disenangi public. Yang paling digemari masyarakat antara lain seputar seks, mistic, crime. Namun pada satu titik tertentu kondisi macam ini akan sampai pada titik kejenuhan.</p>
<p><strong>7.	Status Hukum </strong><br />
Syah Memiliki ijin untuk operasional media, terutama untuk media televisi/ elektronik utamanya untuk ijin penggunaan frekuensi. Untuk media cetak tidak perlu lagi untuk ijin, karena setelah masa reformasi media cetak tidak perlu Ijin Terbit (SIT/ SIUPP). Efek dari penghapusan SIUPP akhirnya mengakibatkan banyaknya media cetak baru yang lahir, namun kemudian terjadi seleksi alam sehingga banyak media baru tersebut yang akhirnya menghilang lagi. Akhirnya yang bertahan adalah media-media yang telah bertahan sejak sebelumnya. Surat ijin penerbitan adalah warisan dari Belanda untuk membatasi terbitan-terbitan yang memprovokasi usaha perlawanan terhadap Belanda; sehingga pada masa reformasi surat ijin penerbitan dihapuskan.</p>
<p><strong>8.	Aktualitas Pesan Tinggi </strong><br />
Pesan yang disampaikan harus memiliki kebaruan dan keriilan, namun juga perlu dipertimbangkan beberapa etika pemberitaan yang masih sering dilanggar oleh beberapa media pemberitaan.</p>
<p><strong>9.	Secara Simultan/ Publikatif </strong><br />
Media massa harus memuliki fungsi publikatif, tidak hanya berperan sebagai media internal saja</p>
<p><strong>10.	Profesional </strong><br />
Memiliki kinerja yang profesional</p>
<p><strong>11.	Komunikasi Heterogen </strong><br />
Demografi (kependudukan: usia, jenis kelamin, agama, pekerjaan, dll), Sosiografi (adat-istiadat/ budaya: tradisi, kebiasaan, dll) dan Psikografi (Kejiwaan : gaya hidup, cita-cita, minat, dll) dari masyarakat harus mampu diakomodasi oleh pesan yang diberitakan oleh media.</p>
<p>PROSES KOMUNIKASI SEKUNDER<br />
BEDA KOMUNIKASI MASSA DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL</p>
<p><strong>Karakteristik Komunikasi Interpersonal &amp; Komunikasi Massa :</strong></p>
<p><strong>Komunikasi Interpersonal :</strong><br />
1.	Arus Pesan	2 arah<br />
2.	Konteks Komunikasi	Tatap muka<br />
3.	Kecepatan Jangkauan	lambat<br />
4.	Feed Back	langsung<br />
5.	Efek Pesan	Afektif/ psikomotori</p>
<p><strong>Komunikasi Massa :</strong><br />
1.	Arus Pesan	1 arah<br />
2.	Konteks Komunikasi	Bermedia<br />
3.	Kecepatan Jangkauan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/01/kom-massa-iii-ciri-komunikasi-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meneguk Air diantara Kelemahan</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/01/meneguk-air-diantara-kelemahan/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/01/meneguk-air-diantara-kelemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 10:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[air&#8230;. jelas sekali akan menjadi bagian terbesar dalam hidup kita seiring dengan udara yang membuat kita bisa bernafas. Tapi apa jadinya bila air ini melimpah ruah sehingga membuat diri kita justru kalang kabut kebingungan, bahkan merasa terancam? Mungkin ini seperti halnya saat orang kesesakan karena tidak cukup udara kemudian dihadapakan dengan angin puting beliung yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>air&#8230;.</p>
<p>jelas sekali akan menjadi bagian terbesar dalam hidup kita seiring dengan udara yang membuat kita bisa bernafas. Tapi apa jadinya bila air ini melimpah ruah sehingga membuat diri kita justru kalang kabut kebingungan, bahkan merasa terancam? Mungkin ini seperti halnya saat orang kesesakan karena tidak cukup udara kemudian dihadapakan dengan angin puting beliung yang saat ini juga populer berayun di beberapa temapt di sekitar kita.</p>
<p>Air dan udara (angin) yang selama ini disyukuri oleh manusia sebagai sumber hidup, sebagai sumber penolong atas kesesakan dan kedahgaan telah berubah menjadi monster malapetaka yang menghancurkan pengharapan banyak orang . Belum sempat orang-orang itu berharap akan cita-cita baru dipenghujung tahun 2007 untuk menyambut Tahun Baru 2008, ternyata harus mengalami air bah dan sapuan angin puting beliung dimana-mana&#8230;</p>
<p>&#8220;Syukur lah To, kita ada di jogja&#8221;</p>
<p>begitu kurang lebih kalimat yang pernah keluar dari mulut sahabat baikku ketika kami sedang bersama-sama pulang dari kondangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/01/meneguk-air-diantara-kelemahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun 2008 menjadi angka 1</title>
		<link>http://blog.brtoalit.com/2008/01/tahun-2008-menjadi-angka-1/</link>
		<comments>http://blog.brtoalit.com/2008/01/tahun-2008-menjadi-angka-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 09:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brtoalit</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://brtoalit.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[kurang lebih begitu kalau kemudian angka 2008 di urai dan dijumlahkan 2+0+0+8 = 10 ; 1+0 = 1 angka 1 sering diartikan sebagai sebuah awal, mulai, akan atau sejenisnya&#8230; namun juga angka 1 bisa diartikan sebagai puncak, atas, pusat sebuah pencapaian. Saya rasa tidaklah menjadi sebuah kesombongan kalau tahun 2008 ini saya maknai sebagai awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kurang lebih begitu kalau kemudian angka 2008 di urai dan dijumlahkan 2+0+0+8 = 10 ; 1+0 = 1</p>
<p>angka 1 sering diartikan sebagai sebuah awal, mulai, akan atau sejenisnya&#8230; namun juga angka 1 bisa diartikan sebagai puncak, atas, pusat sebuah pencapaian. Saya rasa tidaklah menjadi sebuah kesombongan kalau tahun 2008 ini saya maknai sebagai awal pencapaian sebuah puncak pencarian diri saya yang kemudian akan berlanjut melangkah lebih jauh untuk pencapaian-pencapaian yang lain.</p>
<p>ketika menyambut tahun baru, seringkali setiap orang mencoba untuk membangun pemaknaan setelah beberapa saat sebelumnya mencoba untuk merangkai refleksi hidup selmama setahun sebelumnya di tahun yang boleh dikatakan selalu membuat orang menjadi ingin beranjak lebih. Tahun yang baru selalu menjadi moment untuk berubah, entah apapun perubahan itu baik yang jelas dan tidak, yang konkret maupun tidak, yang realistis maupun tidak.</p>
<p>Lihat saja seputar tahun baru yang lekat dengan dunia kita&#8230;.\</p>
<p>mulai dari tahun baru masehi yang selalu jatuh tiap</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.brtoalit.com/2008/01/tahun-2008-menjadi-angka-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

