Archive | Asal Ngoceh

Melihat Lebih Jauh Foto Korpus Merapi

Sejenak saya agak terusik dengan beberapa posting di facebook mengenai perdebatan foto lelehan  lahar gunung merapi yang menyerupai korpus (salib Yesus). Beberapa hari yang lalu saat melihat foto ini diposting di facebook, saya spontan kagum saja dengan keindahan foto ini dan menekan tombol ‘share’ untuk turut menikmati foto ini di wall saya.

>> ini adalah foto yang diperdebatkan!

Setelah foto itu terpampang di wall Facebook saya, selang tak lama kemudian, Mas Wawan, seorang wartawan KOMPAS di surabaya yang kebetulan kawan bermain beberapa tahun lalu mulai  mengomentari mengenai foto tersebut yang dianggap palsu karena merupakan hasil retouch digital. Karena dibahas oleh forum-forum jurnalis Katolik. Saya sendiri mencoba menimpali kalau foto semacam itu mungkin saja muncul, tanpa menghubung-hubungkan dengan retouch atau tidak. Karena saya melihat sendiri beberapa koleksi foto di sumber yang lain ada yang serupa dengan foto itu.

Sore ini, baru saja saya di ‘tag’ oleh teman Facebook “Servus Santus mengenai foto yang sama. Account ini menginformasikan pada titlenya dengan jelas :

HATI-HATI PENIPUAN GAMBAR CORPUS DI GUNUNG MERAPI, SEBAB PHOTO INI DI MODIFIED PADA TGL 01 Januari 2008, PUKUL 7:00:00 AM (DATA DIGITAL YANG TERDAPAT DALAM DATA PHOTO)

Saya mencoba untuk tidak responsif dengan pernyataan-pernyataan macam ini. Sejenak saya berusaha merenung dan melihat koleksi foto Merapiyang pernah saya kumpulkan. Untuk menjernihkan pikiran saya, perlahan-lahan saya mencoba menganalisa dengan keterbatasan pengetahuan saya yang baru menggeluti fotografi digital professional baru 6 tahun yang lalu.

LANGKAH I

Langkah awal yang saya lakukan adalah membandingkan secara visual. Memang untuk letusan tahun 2010 ini saya hampir sama sekali tidak merekam kejadian letusan Merapi. Entah karena alasan apa, saya memang tidak begitu “bernafsu” untuk berburu gambar. Mungkin karena sekarang  istriku yang sedang sering kelelahan di masa kehamilannya sehingga tidak tega meninggalkan; atau karena lebih merasa tidak tega memotret kesedihan para korban. Tapi beda ceritanya dengan  letusan merapi tahun 2001 dan 2006 saya punya beberapa foto dari berbagai lokasi. Selain itu saya coba lihat link foto di kaskus yang saya temukan dari postingan Facebook seorang teman (saya lupa dari account siapa).

Kesimpulan awal yang saya temukan :
1. Letusan Merapi pada tahun 2001 dan 2006 hasil koleksi saya tidak ada yang menunjukkan foto semacam ini.
2. Foto-foto yang saya temukan di Kaskus ternyata ada beberapa yang menyerupai dan memungkinkan terbentuknya pola lahar seperti ini. Kata ‘memungkinkan’ saya simpulkan karena logika kasar dalam pikiran  saya melihat ada tekstur tanah yang   akan membentuk pola macam itu jika dialiri lahar.

(berikut ini foto-foto yang saya copy dari kaskus)

LANGKAH II

Selain secara visual saya coba analisa kata-kata dari SERVUS SANCTUS yang mengatakan :

SEBAB PHOTO INI DI MODIFIED PADA TGL 01 Januari 2008, PUKUL 7:00:00 AM (DATA DIGITAL YANG TERDAPAT DALAM DATA PHOTO)

Saya curiga SERVUS SANCTUS melihat “FILE Information” bukan “PICTURE/IMAGE Information” begitu membaca tulisan itu. Dalam dunia fotografi, setiap foto akan meninggalkan jejak informasi yang direkam dalam EXIF (Exchangeable image file format) Information. Record “File Modified” bisa berubah karena perubahan nama file, tanggal download, resize image atau perubahan minor lainnya. Jadi record tgl 1 januari 2008 bisa terjadi saat terjadi perubahan minor pada image, dan komputer yang digunakan tanggalnya tidak ter-set dengan baik. Sehingga yang dilihat 1 januari 2008 bisa jadi adalah bukan “IMAGE MODIFIED” tetapi FILE MODIFIED.

Pertimbangan yang lain adalah, informasi yang dilihat dalam EXIF reader yang baik adalah PICTURE TAKEN & IMAGE TAKEN. informasi ini tidak akan berubah walaupun file dimodifikasi sedemikian rupa, kecuali memang sengaja diubah dengan menggunakan software EXIF Editor. Saat saya menggunakan software khusus EXIF Reader & OPANDA, foto berukuran Square / Kotak ini sudah kehilangan record EXIF. EXIF Reader dan OPANDA adalah software khusus untuk melihat data EXIF Information dalam foto.

Saya belum menyerah.

Saya mencoba mencari data EXIF dari gambar pembanding.

Saya memilih gambar ini, karena nampaknya ada kemiripan cukup banyak dengan gambar yang diperdebatkan. Menurut logika saya, perbedaan hanya pada angle/ sudut pandang pengambilan foto yang berada jauh beberapa kilometer di sebelah kanan dari foto yang diperdebatkan / beberapa derajat dari fokus object.

Dan inilah gambar pembanding yang saya download dari KASKUS.US

Data yang saya temukan dari image ini  lewat software OPANDA adalah sebagai berikut :

============================
Record Version =
Object Name = Indonesia Disasters
Urgency = 5
Category = I
Special Instructions = TUESDAY, NOV. 2, 2010 PHOTO
Date Created = 2010-11-02
Time Created = 22:38:30 (0+0000)
By-line = Binsar Bakkara
By-line Title = STR
City = Deles
Country Name = IDN
Original Transmission Reference = JAK102
Credit = AP
Source = AP
Caption = In this photo taken late Tuesday, Nov. 2, 2010, lava glows at the crater of Mount Merapi as seen from Deles, Central Java, Indonesia. Indonesia’s most dangerous volcano is once again sending searing gas clouds and burning rocks down its scorched flanks. (AP Photo/Binsar Bakkara)
Writer = DA CD**TOK**
================================
Dari EXIF data diatas dapat dibaca bahwa sang Fotografer adalah BINSAR BAKKARA. Saya coba track melalui google, beliau adalah fotografer jurnalistik professional. Silahkan lihat profilnya disini atau koleksi foto flicker disini.
Foto tersebut dibuat dari Deles, Klaten tgl 2 November 2010 jam 22″38″30.
Dari foto pembanding ini saya menemukan bermacam kesamaan secara visual, walau dari sudut pandang yang agak berbeda. Atau mungkin bahkan foto asli dari gambar yang diperdebatkan  itu merupakan koleksi lain dari fotografer yang sama.
Berikut ini perbandingan secara visual :
1. Gambar di daerah nomor (1) merupakan refleksi cahaya magma yang terpantulkan oleh abu vulkanik/ awan yang mengambang diatas gunung
2. Gambar di daerah nomor (2) merupakan kubah lava yang masih menggembung dan menyala kuat.
3. Gambar di daerah nomor (3) adalah refleksi cahaya magma yang terpantul dari dinding puncak merapi
4. Gambar di daerah nomor (4) adalah tonjolan daratan/ gundukan pasir di sebelah kanan guguran lava pijar.
5 Gambar di daerah nomor (5) adalah belokan lava pijar.
Kelima persamaan itulah yang membuat saya  lebih memilih bahwa gambar itu CENDERUNG ASLI daripada pilihan  HASIL REKAYASA DIGITAL.
Saya tidak mempersoalkan gambar itu dengan pengkaitan soal agama atau sejenisnya. tapi mencoba mengagumi sebuah citra yang indah dibalik kengerian yang dibawanya.
Beberapa hari yang lalu saya posting gambar ini pula karena bentuknya yang indah, tanpa memikirkan tentang bentuk korpusnya, tapimelihat keindahan visual yang mampu ditangkap oleh sang fotografer.
Terimakasih mas BINSAR BAKKARA atas image yang indah.
Namun begitu pendapat apapun terserah dengan ANDA. Saya hanya mencoba untuk mencari fakta melalui sudut pandang dan keterbatasan ilmu pengetahuan saya.
Wassalam.

Posted in Asal Ngoceh, FeaturedComments (0)

5th

Ini penampakan Istriku tercinta saat mengandung 5 bulan.

Posted in Asal Ngoceh, FeaturedComments (0)

Antara Bencana dan Keindahan

Memperhatikan gambar yang saya temukan di kaskus, muncul perasaan spontan antara keindahan diantara bencana yang terjadi. Yah setidaknya ini bisa menjadi obat kegetiran dan ketakutan selama beberapa hari aktivitas merapi yang lumayan bikin geger ratusan ribu warga sekitaran merapi, bahkan jutaan orang yang menonton.

Bencana ini memang menakutkan, tapi semoga nantinya juga akan membawa keindahan dan harmonisasi alam yang baru.

Posted in Asal Ngoceh, FeaturedComments (0)

Majority vs Minority

Membangun mentalitas dalam diri seseorang senantiasa dihadapkan pada masalah lingkungan yang membentuknya. Pada berbagai macam kasus, bahkan seseorang yang sudah memiliki kepribadian yang kuat dapat berubah menjadi rusak oleh karena pengaruh kuat dari lingkungan sekitarnya.

Fenomena ini ternyata tidak lepas dari proses perkembangan orang muda kita yang  seringkali sangat bergantung pada perubahan sosial di sekitarnya. Satu kasus menarik yang saya alami adalah ketika saya mendampingi beberapa anak dari sebuah SMA swasta di Kutoarjo untuk Retret bersama selama 3 hari. Sekolah ini merupakan sekolah katolik; namun dari 47 anak yang didampingi hanya sekitar 15 orang yang Katolik dan lainnya sebagian dari Protestan dan Muslim. Ada sekitar 10 dari mereka muslim. Yang menarik dari pengalaman ini adalah ketika saya menemui lebih banyak teman-teman muslim yang lebih aktif dan respect dengan alur retret yang dibangun; dan ini adalah refleksi besar bagi saya.

Semenjak beberapa tahun terakhir saya ikut mendampingi retret teman2 muda, istilah retret lebih populer di pakai untuk pendampingan rohani di kalangan kristiani; sedangkan untuk muslim sering di sebut sebagai “mungkin semacam” pesantren kilat.

Pendampingan ini bagi sebagian sekolah memang menjadi kegiatan wajib bagi sekolah. Namun begitu, disatu sisi memang ditujukan sebagai salah satu bentuk pengembangankepribadian siswa.

Fenomena atas menonjolnya siswa-siswi muslim pada kegiatan retret yang notabene sangat kental dengan nuansa pendampingan bercirikan kristen-katolik menjadi sangat menarik untuk direfleksikan. Hal ini juga saya alami saat dulu kuliah di universitas yang notabene dominan oleh teman-teman muslim dan saya menjadi sekitar 5% dari mereka. Beberapa teman2 yang dominan berprestasi juga teman-teman katolik.

Posted in Asal NgocehComments (0)

Bapak lagi “sakit”

ehmm….

iya……,

Posted in Asal NgocehComments (0)

malam 1 Suro dan 11 Januari malam

Beberapa tahun ini saat datang malam tahun baru jawa 1 Suro biasanya selalu ada hal menarik yang bisa kujadikan bahan wacana. ya… setidaknya pada saat malam 1 suro tersebut akan ada arak-arakan kirab budaya dan doa bersama yang biasa dilakukan oleh paguyuban Tritunggal. Disamping ada budaya Muter Beteng, Tapa mBisu saya memang lebih senang melihat kirab budaya ini. cukup menarik dan atraktif. Berbagai macam kebudayaan di Indonesia mulai ditampilkan melalui representasi

Posted in Asal NgocehComments (2)

PHVsPjxsaT48c3Ryb25nPndvb3RoZW1lc19zZXR0aW5nczwvc3Ryb25nPiAtIGE6MDp7fTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2Fkc19yb3RhdGU8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfaW1hZ2VfMTwvc3Ryb25nPiAtIC9pbWFnZXMvMTI1eDEyNS5naWY8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9pbWFnZV8yPC9zdHJvbmc+IC0gL2ltYWdlcy8xMjV4MTI1LmdpZjwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX2ltYWdlXzM8L3N0cm9uZz4gLSAvaW1hZ2VzLzEyNXgxMjUuZ2lmPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfaW1hZ2VfNDwvc3Ryb25nPiAtIC9pbWFnZXMvMTI1eDEyNS5naWY8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9tcHVfYWRzZW5zZTwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX21wdV9kaXNhYmxlPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF9tcHVfaW1hZ2U8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3LmJydG9hbGl0LmNvbS9ibG9nL3dwLWNvbnRlbnQvdGhlbWVzL2dhemV0dGUvaW1hZ2VzL2lrbGFuLTMwMHgyNTBfcHJlZ25hbmN5LmpwZzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX21wdV91cmw8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vcGhvdG8uc2F0cml5b3dpYm93by5jb208L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF90b3BfYWRzZW5zZTwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX3RvcF9kaXNhYmxlPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2FkX3RvcF9pbWFnZTwvc3Ryb25nPiAtIGh0dHA6Ly93d3cud29vdGhlbWVzLmNvbS9hZHMvNDY4eDYwYS5qcGc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hZF90b3BfdXJsPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdXJsXzE8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vZXhhbXBsZS5jb20vYWRzL2FkMV9kZXN0aW5hdGlvbi5odG1sPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdXJsXzI8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vZXhhbXBsZS5jb20vYWRzL2FkMV9kZXN0aW5hdGlvbi5odG1sPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdXJsXzM8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vZXhhbXBsZS5jb20vYWRzL2FkMV9kZXN0aW5hdGlvbi5odG1sPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWRfdXJsXzQ8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vZXhhbXBsZS5jb20vYWRzL2FkMV9kZXN0aW5hdGlvbi5odG1sPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYWx0X3N0eWxlc2hlZXQ8L3N0cm9uZz4gLSBkYXJrYmx1ZS5jc3M8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hcmNoaXZlczwvc3Ryb25nPiAtIFNlbGVjdCBhIHBhZ2U6PC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYXV0aG9yPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19hdXRvX2ltZzwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYmxvY2tfaW1hZ2U8L3N0cm9uZz4gLSAvaW1hZ2VzLzQ2OHg2MC13b290aGVtZXMuZ2lmPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fYmxvY2tfdXJsPC9zdHJvbmc+IC0gaHR0cDovL3d3dy53b290aGVtZXMuY29tPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY2F0X2xpc3Q8L3N0cm9uZz4gLSBTZWxlY3QgYSBudW1iZXI6PC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY2F0X21pZF8xPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbWlkXzEwPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbWlkXzEzPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbWlkXzQ8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2NhdF9taWRfNTwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY2F0X21pZF82PC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbWlkXzcwPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbmF2XzE8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2NhdF9uYXZfMTA8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY2F0X25hdl8xMzwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbmF2XzQ8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY2F0X25hdl81PC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2NhdF9uYXZfNjwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jYXRfbmF2XzcwPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2NvbnRlbnRfZmVhdDwvc3Ryb25nPiAtIHRydWU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jb250ZW50X2xlZnQ8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2NvbnRlbnRfbWlkPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19jdXN0b21fY3NzPC9zdHJvbmc+IC0gPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fY3VzdG9tX2Zhdmljb248L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19mZWF0dXJlZF9jYXRlZ29yeTwvc3Ryb25nPiAtIEZlYXR1cmVkPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fZmVhdF9lbnRyaWVzPC9zdHJvbmc+IC0gNTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZlZWRidXJuZXJfaWQ8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19mZWVkYnVybmVyX3VybDwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZsaWNrcl9lbnRyaWVzPC9zdHJvbmc+IC0gU2VsZWN0IGEgbnVtYmVyOjwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2ZsaWNrcl9pZDwvc3Ryb25nPiAtIDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2dvb2dsZV9hbmFseXRpY3M8L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19ob21lPC9zdHJvbmc+IC0gdHJ1ZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2hvbWVfc2Vjb25kYXJ5PC9zdHJvbmc+IC0gU2VsZWN0IGEgbnVtYmVyOjwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2hvbWVfdGh1bWJfaGVpZ2h0PC9zdHJvbmc+IC0gNTc8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19ob21lX3RodW1iX3dpZHRoPC9zdHJvbmc+IC0gMTAwPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29faW1hZ2VfZGlzYWJsZTwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29faW1hZ2VfaGVpZ2h0PC9zdHJvbmc+IC0gMjAwPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29faW1hZ2Vfc2luZ2xlPC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19pbWFnZV93aWR0aDwvc3Ryb25nPiAtIDIwMDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX2xvZ288L3N0cm9uZz4gLSA8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19tYW51YWw8L3N0cm9uZz4gLSBodHRwOi8vd3d3Lndvb3RoZW1lcy5jb20vc3VwcG9ydC90aGVtZS1kb2N1bWVudGF0aW9uL2dhemV0dGUtZWRpdGlvbi88L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19ub3RfbXB1PC9zdHJvbmc+IC0gZmFsc2U8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb19yZXNpemU8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3J0bmFtZTwvc3Ryb25nPiAtIHdvbzwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3Nob3dfY2Fyb3VzZWw8L3N0cm9uZz4gLSB0cnVlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fc2hvd192aWRlbzwvc3Ryb25nPiAtIGZhbHNlPC9saT48bGk+PHN0cm9uZz53b29fc2luZ2xlX2hlaWdodDwvc3Ryb25nPiAtIDMwMDwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3NpbmdsZV93aWR0aDwvc3Ryb25nPiAtIDU5NTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3RhYnM8L3N0cm9uZz4gLSBmYWxzZTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3RoZW1lbmFtZTwvc3Ryb25nPiAtIEdhemV0dGU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb190aHVtYl9oZWlnaHQ8L3N0cm9uZz4gLSA3NTwvbGk+PGxpPjxzdHJvbmc+d29vX3RodW1iX3dpZHRoPC9zdHJvbmc+IC0gNzU8L2xpPjxsaT48c3Ryb25nPndvb192aWRlb19jYXRlZ29yeTwvc3Ryb25nPiAtIFNlbGVjdCBhIGNhdGVnb3J5OjwvbGk+PC91bD4=