Sejenak saya agak terusik dengan beberapa posting di facebook mengenai perdebatan foto lelehan lahar gunung merapi yang menyerupai korpus (salib Yesus). Beberapa hari yang lalu saat melihat foto ini diposting di facebook, saya spontan kagum saja dengan keindahan foto ini dan menekan tombol ‘share’ untuk turut menikmati foto ini di wall saya.

>> ini adalah foto yang diperdebatkan!
Setelah foto itu terpampang di wall Facebook saya, selang tak lama kemudian, Mas Wawan, seorang wartawan KOMPAS di surabaya yang kebetulan kawan bermain beberapa tahun lalu mulai mengomentari mengenai foto tersebut yang dianggap palsu karena merupakan hasil retouch digital. Karena dibahas oleh forum-forum jurnalis Katolik. Saya sendiri mencoba menimpali kalau foto semacam itu mungkin saja muncul, tanpa menghubung-hubungkan dengan retouch atau tidak. Karena saya melihat sendiri beberapa koleksi foto di sumber yang lain ada yang serupa dengan foto itu.
Sore ini, baru saja saya di ‘tag’ oleh teman Facebook “Servus Santus mengenai foto yang sama. Account ini menginformasikan pada titlenya dengan jelas :
Saya mencoba untuk tidak responsif dengan pernyataan-pernyataan macam ini. Sejenak saya berusaha merenung dan melihat koleksi foto Merapiyang pernah saya kumpulkan. Untuk menjernihkan pikiran saya, perlahan-lahan saya mencoba menganalisa dengan keterbatasan pengetahuan saya yang baru menggeluti fotografi digital professional baru 6 tahun yang lalu.
LANGKAH I
Langkah awal yang saya lakukan adalah membandingkan secara visual. Memang untuk letusan tahun 2010 ini saya hampir sama sekali tidak merekam kejadian letusan Merapi. Entah karena alasan apa, saya memang tidak begitu “bernafsu” untuk berburu gambar. Mungkin karena sekarang istriku yang sedang sering kelelahan di masa kehamilannya sehingga tidak tega meninggalkan; atau karena lebih merasa tidak tega memotret kesedihan para korban. Tapi beda ceritanya dengan letusan merapi tahun 2001 dan 2006 saya punya beberapa foto dari berbagai lokasi. Selain itu saya coba lihat link foto di kaskus yang saya temukan dari postingan Facebook seorang teman (saya lupa dari account siapa).
Kesimpulan awal yang saya temukan :
1. Letusan Merapi pada tahun 2001 dan 2006 hasil koleksi saya tidak ada yang menunjukkan foto semacam ini.
2. Foto-foto yang saya temukan di Kaskus ternyata ada beberapa yang menyerupai dan memungkinkan terbentuknya pola lahar seperti ini. Kata ‘memungkinkan’ saya simpulkan karena logika kasar dalam pikiran saya melihat ada tekstur tanah yang akan membentuk pola macam itu jika dialiri lahar.
(berikut ini foto-foto yang saya copy dari kaskus)
LANGKAH II
Selain secara visual saya coba analisa kata-kata dari SERVUS SANCTUS yang mengatakan :
SEBAB PHOTO INI DI MODIFIED PADA TGL 01 Januari 2008, PUKUL 7:00:00 AM (DATA DIGITAL YANG TERDAPAT DALAM DATA PHOTO)
Saya curiga SERVUS SANCTUS melihat “FILE Information” bukan “PICTURE/IMAGE Information” begitu membaca tulisan itu. Dalam dunia fotografi, setiap foto akan meninggalkan jejak informasi yang direkam dalam EXIF (Exchangeable image file format) Information. Record “File Modified” bisa berubah karena perubahan nama file, tanggal download, resize image atau perubahan minor lainnya. Jadi record tgl 1 januari 2008 bisa terjadi saat terjadi perubahan minor pada image, dan komputer yang digunakan tanggalnya tidak ter-set dengan baik. Sehingga yang dilihat 1 januari 2008 bisa jadi adalah bukan “IMAGE MODIFIED” tetapi FILE MODIFIED.
Pertimbangan yang lain adalah, informasi yang dilihat dalam EXIF reader yang baik adalah PICTURE TAKEN & IMAGE TAKEN. informasi ini tidak akan berubah walaupun file dimodifikasi sedemikian rupa, kecuali memang sengaja diubah dengan menggunakan software EXIF Editor. Saat saya menggunakan software khusus EXIF Reader & OPANDA, foto berukuran Square / Kotak ini sudah kehilangan record EXIF. EXIF Reader dan OPANDA adalah software khusus untuk melihat data EXIF Information dalam foto.
Saya belum menyerah.
Saya mencoba mencari data EXIF dari gambar pembanding.
Saya memilih gambar ini, karena nampaknya ada kemiripan cukup banyak dengan gambar yang diperdebatkan. Menurut logika saya, perbedaan hanya pada angle/ sudut pandang pengambilan foto yang berada jauh beberapa kilometer di sebelah kanan dari foto yang diperdebatkan / beberapa derajat dari fokus object.
Dan inilah gambar pembanding yang saya download dari KASKUS.US
Data yang saya temukan dari image ini lewat software OPANDA adalah sebagai berikut :
Record Version =







